Rabu, 23 Maret 2011

Menghitung Luas Segitiga

package tugas;


import java.util.Scanner ;
class Segitiga
{
    public static void main(String[] args)
    {
       Scanner input=new Scanner (System.in);
       double a, t, luas;
       System.out.print("Masukan Alas Segitiga="); a= input.nextDouble();
       System.out.print("Masukan tinggi Segitiga="); t= input.nextDouble();
       luas=0.5*a*t;
       System.out.print("Luas Segitiganya adalah =" +luas);
    }

}

Jumat, 18 Maret 2011

Luas lingkaran

package publicclassmain;

import java.util.Scanner;
public class Main {
    public static void main(String[] args) {
        {
          float p= 3.14f,luas;
          int r;

          Scanner sc= new Scanner (System. in);

          System.out.println("Masukan Nilai Jari-jari Anda =");
          r=sc.nextInt();

          luas=p*r*r;

                System.out.println("phi      :"+p);
                System.out.println("jari-jari    :"+r);
                System.out.println("luas          :"+luas);
        }
    }

}

run:
Masukan Nilai Jari-jari Anda =

class kubus

package publicclasskubus;


import java.util.Scanner ;
 class kubus {
    public static void main(String[] args) {
      Scanner input = new Scanner (System.in);
      System.out.println("Masukan sisinya  =");
      int s=input.nextInt();
      int luas= s*s;
      System.out.println("Luasnya  =" + luas);
    }

}





run:
Masukan sisinya  =


Kamis, 17 Maret 2011

Input Nilai Java

package INPUTNILAI;


import java.util.Scanner ;
 class inputnilai {
    public static void main(String[] args) {
    Scanner input = new Scanner (System.in);

    String nama;
    String npm;
    String jurusan;
    double tgs;
    double uas;
    double rata;

    System.out.println("Nama   =");
    nama=input.next();
    System.out.println("Npm    =");
    npm=input.next();
    System.out.println("Jurusan   =");
    jurusan=input.next();
    System.out.println("tugas     =");
    tgs=input.nextDouble();
    System.out.println("uas      =");
    uas=input.nextDouble();

    rata=(tgs+uas)/2;
  
    System.out.println("Nama           =+Nama");
     System.out.println("Npm             =+Npm");
       System.out.println("Jurusan        =+Jurusan");
         System.out.println("rata-ratanya      ="+rata);

  
    }

}
 
run:
Nama   =

 

Rabu, 16 Maret 2011

Construktor DogRun

Construktor adalah jenis metod yang akan otomatis dipanggil jika suatu objek dibuat.
Construktor didefinisikan secara public dan namanya sama dengan nama classnya.
Construktor dapat didefinisikan lebih dari satu definisiContoh : untuk Dog ditambah definisi construktor tanpa parameter, menjadi :

  public Dog( ) { }

  public Dog(String nm, int um){nama=nm; umur=um;}

Misalkan dalam class DogRun didefinisikan objek yourDog.

  Dog yourDog=new Dog();


Maka jika dalam class DogRun dipanggil :

  yourDog.seyHello();

Outputnya : (nilai nama dan umur digunakan nilai default)

Konstruktor Class Java

Adalah  kita  membuat  lebih  dari  konstruktor  pada  satu  class.
Ini sangat berguna jika  kita  ingin  memasukkan parameter  yang  berbeda  pada  konstruktor.
Terdapat  dua  cara  untuk  konstruktor  yaitu:
·         memberikan  parameter yang  berbeda  pada  konstruktor  yang  baru.
·         Memberikan  setidaknya  satu  parameter  yang  berbeda  pada  konstruktor  yang  baru
Class  cariHanphone{
                String merek;
                String camera;
                Int memory;
                Int harga;
                cariHanphone(String merek, String camera)
                {
                                this.merek=merek;
                                this.camera=camera;
                }
                cariHanphone(String merek, String camera, Int memory, Int harga)
                {
                                this.merek=merek;
                                this.camera=camera;
                                this.memory=memory;
                                this.harga=harga;
                }
}
class Hanphone{
         public  static  void  main(String[] args) {
                        cariHanphone spekHanphone;
                        spekHanphone = new cariHanphone(“3 Giga”,”Dual Card”);
                      System.out.println(“Spesifikasi Hanphone  1:”);
                      System.out.println(“Merek   : ” + spekHanphone.merek);
                      System.out.println(“Camera  :  “  +  spekHanphone.camera);
                      System.out.println(“---------------------------------------“);

                      cariHanphone beliHanphone;
                      beliHanphone = new cariHanphone(“Samsung”,”Dual Card”,1,500000);
                      System.out.println(“Spesifikasi  Hanphone 2: “);
                      System.out.println(“Merek  : “  + beliHanphone.merek);
                      System.out.println(“Camera  :  “  + beliHanphone.Camera);
                      System.out.println(“Memory  :  “  + beliHanphone.Memory);
                      System.out.println(“Harga  :  “  +  beliHanphone.Harga);
         }
}
Keterangan:
Pada  class cariHanphone  diatas terdapat  2  konstruktor, yaitu:
·         cariHanphone(String  merek,  String  Camera)
·         cariHanphone(String  merek,  String  Camera,  Int  Memory,  Int  Harga)
Hasil:

Spesifikasi Hanphone  1:
Merek : Dual Card
Memory: 3 Giga
--------------------------------
Spesifikasi  Hanphone  2:
Merek : Samsung
Memory : 3 Giga
Harga  :  500000

Konsep Encapsulation

Encapsulation merupakan salah satu konsep yang sangat penting dalam pemrograman berorientasi obyek.
Konsep dasarnya sangat sederhana, yaitu memproteksi setiap atribut dari suatu class. Dalam hal ini atribut dari suatu class tidak boleh diakses secara langsung dari luar class. Maka tidak mengherankan bila setiap atribut lalu diberi visibility private. Lalu bagaimana bila suatu saat nilai dari atribut tersebut ingin diakses ataupun ingin diubah? Jawabannya sederhana saja, dengan menggunakan accessor dan mutator. Untuk melakukan akses terhadap nilai dari suatu atribut kita dapat menggunakan accessor, sedangkan untuk menlakukan pengubahan terhadap nilai dari suatu atribut kita dapat menggunakan mutator. Untuk lebih jelasnya dapat melihat contoh sederhana berikut ini.

//class dengan nama Kemeja
class Kemeja {
//atribut warna bertipe data String
private String warna;
//mutator untuk atribut warna
public void setWarna(String warna) {
this.warna = warna; //penggunaan kata kunci this
}
//accessor untuk atribut warna
public String getWarna() {
return warna;
}
}

Accessor secara konvensi akan selalu diawali dengan kata get dan diikuti dengan nama atribut yang akan diakses. Oleh karenanya accessor seringkali dikenal dengan nama getter.
Sedangkan mutator secara konvensi akan selalu diawali dengan kata set dan diikuti dengan nama atribut yang akan diubah nilainya. Oleh karenanya mutator seringkali dikenal dengan nama setter.
Pada setter seringkali juga digunakan kata kunci this. Penggunaan kata kunci this pada setter ini dibutuhkan ketika ada kesamaan antara nama parameter yang digunakan dengan nama atribut yang akan diubah nilainya. Kata kunci this digunakan untuk membedakan antara nama atribut dengan nama parameter.
Lalu apa konsekuensi dari penerapan encapsulation ini? Konsekuensinya sederhana saja. Misalkan kita akan membuat suatu objek dari class Kemeja.

Kemeja kemejaku = new Kemeja();

Maka ketika kita ingin memberi nilai "hijau" pada atribut kemejaku, kita tidak bisa melakukan hal semacam ini

kemejaku.warna = "biru";

Mengapa? Karena visibility dari atribut warna adalah private sehingga atribut tersebut tidak dapat diakses dari luar class. Yang dapat kita lakukan adalah dengan menggunakan setter seperti berikut ini

kemejaku.setWarna("biru");

Dan bila kita ingin mencetak nilai atribut warna, kita dapat melakukannya dengan cara

System.out.println(kemejaku.getWarna());

Sederhana sekali khan penerapan dari konsep encapsulation ini?
Bagi Anda yang baru memulai mempelajari konsep pemrograman berorientasi objek teruslah semangat mempelajarinya karena Anda akan banyak sekali menemui konsep-konsep menarik di dalamnya :) 
Terima Kasih.....